PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – PT Pertamina EP (PEP) Field Prabumulih melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL/CSR) terus menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi kreatif berbasis kearifan lokal.
Salah satu wujud nyata dukungan tersebut diwujudkan melalui sinergi bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Prabumulih lewat kegiatan pelatihan kain batik motif nanas.
Kegiatan pelatihan ini digelar selama lima hari, mulai 3 hingga 7 Februari 2026, dan dipusatkan di Gedung Kesenian Rumah Dinas Wali Kota Prabumulih. Pelatihan tersebut secara resmi dibuka oleh Asisten III Setda Kota Prabumulih, Drs. Amilton, didampingi Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Hj. Linda Arlan, Selasa, 3 Februari 2026.

Senior Manager PEP Field Prabumulih, M. Lutfhi Ferdiansyah, mengatakan bahwa kolaborasi dengan Dekranasda ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam mendorong kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus melestarikan budaya lokal melalui batik motif nanas yang menjadi ciri khas Prabumulih.
“Melalui program CSR ini, kami ingin memberikan nilai tambah bagi masyarakat, khususnya para perajin batik. Batik motif nanas bukan hanya produk budaya, tetapi juga memiliki potensi ekonomi yang besar jika dikembangkan secara berkelanjutan,” ujar M. Lutfhi Ferdiansyah.
Ia menambahkan, sinergi lintas sektor antara perusahaan, pemerintah daerah, dan Dekranasda menjadi kunci utama dalam menciptakan program pemberdayaan yang berdampak nyata dan berjangka panjang.
Sementara itu, Asisten III Setda Kota Prabumulih, Drs. Amilton, menyambut baik dukungan PEP Field Prabumulih dalam pengembangan batik motif nanas. Menurutnya, kegiatan ini merupakan langkah strategis dalam pelestarian kearifan lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.
“Pelatihan ini sangat bermanfaat bagi perajin. Batik motif nanas adalah identitas Prabumulih yang harus terus dikembangkan agar mampu bersaing dan memiliki nilai jual yang terjangkau namun berkualitas,” ungkap Amilton.
Ketua Dekranasda Kota Prabumulih, Hj. Linda Arlan, menambahkan bahwa pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan keterampilan perajin, baik dari sisi teknik membatik, inovasi motif, hingga kualitas produk akhir.
Dengan adanya dukungan CSR PEP Field Prabumulih, pelatihan batik motif nanas ini diharapkan mampu mencetak perajin-perajin unggul, membuka peluang usaha baru, serta menjadikan batik motif nanas sebagai produk unggulan yang dapat dikenal lebih luas, baik di tingkat regional maupun nasional. (rin)







