Wako Prabumulih Serahkan Remisi Umum dan Dasawarsa, 13 Napi Langsung Hirup Udara Bebas

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia membawa kebahagiaan tersendiri bagi ratusan warga binaan Rutan Kelas IIB Prabumulih. Sebanyak 650 narapidana menerima remisi umum dan dasawarsa, bahkan 13 orang di antaranya langsung dinyatakan bebas, Minggu, 17 Agustus 2025.

Penyerahan remisi dilakukan langsung Wako Prabumulih, H Arlan, didampingi Wakil Wali Kota, Franky Nasril SKom MM, Karutan Prabumulih, Sandy Wiguna SKom MSi, serta jajaran Forkopimda. Hadir pula Ketua DPRD H Deni Victoria SH MSi, Kapolres AKBP Bobby Kusumawardhana SH SIk MSi, Kajari Khristiya Lutfishandi SH MH, Sekda H Elman ST MM, Waka PN Sugiri Wiriandono SH MHum, unsur TNI, dan tamu undangan lainnya.

Remisi Jadi Harapan Baru

Dalam sambutannya, Cak Arlan — sapaan akrab Wako — membacakan pesan MenImiPAS. Ia menekankan bahwa remisi bukan hanya bentuk penghargaan, tetapi juga motivasi agar warga binaan terus berbuat baik dan siap kembali ke masyarakat.

“Pemberian remisi ini diharapkan bisa memberikan semangat baru. Sejarah panjang perjuangan bangsa dan jasa para pahlawan tidak boleh dilupakan. Mari gelorakan persatuan dan kesatuan demi Indonesia maju dan rakyat sejahtera,” ujar Arlan. 

Ia juga menegaskan bahwa program pembinaan di Rutan tidak hanya berfokus pada kedisiplinan, tetapi juga meliputi pembinaan keagamaan, keterampilan, hingga pelatihan kerja. “Selamat kepada warga binaan yang mendapat remisi. Jadikan ini momentum untuk memperbaiki diri dan mengikuti program pembinaan dengan baik,” imbuhnya.

Remisi Dasawarsa, Kado Spesial HUT RI 80

Karutan Prabumulih, Sandy Wiguna, menyebutkan peringatan HUT RI kali ini terasa istimewa. Pasalnya, selain remisi umum, juga diberikan remisi dasawarsa jarang terjadi.

“Tahun ini ada 650 napi menerima remisi umum dan dasawarsa. Dari jumlah itu, 13 orang langsung bebas hari ini,” terang Sandy, didampingi Kasubsi Pelayanan Tahanan, Iin Valentino SH.

 

Lebih jauh, ia menjelaskan bahwa pihaknya terus berupaya menghadirkan program pembinaan produktif, termasuk ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan rutan untuk pertanian dan perikanan. “Selain mendukung program Asta Cita Presiden RI, kegiatan ini juga melatih keterampilan warga binaan sebagai bekal saat kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Harapan Baru di Hari Kemerdekaan

Bagi 13 napi yang langsung bebas, HUT RI ke-80 menjadi momen bersejarah sekaligus titik balik kehidupan. Mereka dapat kembali ke keluarga dan masyarakat dengan membawa pengalaman berharga dari masa pembinaan.

Sementara bagi ratusan napi lainnya, remisi menjadi tanda penghargaan atas sikap disiplin dan usaha memperbaiki diri. “Semoga ini menjadi pintu awal untuk kehidupan yang lebih baik,” tutup Wako. (rin)