BPBD: Petugas Masih Lakukan Evakuasi Hingga Malam
PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM – Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Prabumulih sejak Rabu (10/12/2025) sore hingga Kamis (11/12/2025) malam menyebabkan Sungai Kelekar dan sejumlah anak sungai meluap. Akibatnya, 21 kelurahan dan satu desa terdampak banjir dengan ketinggian air mencapai 50 hingga 100 sentimeter.
Informasi ini disampaikan oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB) BPBD Kota Prabumulih melalui laporan resmi yang diteruskan kepada BNPB RI, Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, dan Pemerintah Kota Prabumulih.

Plt Kalaksa BPBD Prabumulih, Sriyono SH, membenarkan bahwa banjir kali ini merupakan salah satu yang terluas selama tahun 2025.
“Curah hujan sangat tinggi dan berlangsung cukup lama, menyebabkan Sungai Kelekar meluap. Beberapa anak sungai juga tidak mampu menahan debit air sehingga air cepat memasuki permukiman. Petugas masih terus mengevakuasi warga di sejumlah lokasi,” ujar Sriyono.
Wilayah yang Terdampak
Berdasarkan pendataan sementara, wilayah terdampak banjir meliputi;
Kelurahan Karang Raja
Kelurahan Tugu Kecil
Kelurahan Mangga Besar
Kelurahan Sidogede
Kelurahan Muara Dua
Kelurahan Muara Dua Barat
Kelurahan Sukaraja
Kelurahan Prabumulih
Kelurahan Sidomulyo
Kelurahan Majasari
Kelurahan Gunung Ibul
Kelurahan Gunung Ibul Selatan
Kelurahan Prabujaya
Kelurahan Gunung Ibul Utara
Desa Pangkul
Kelurahan Gunung Ibul Timur
Kelurahan Sindur
Kelurahan Cambai
Kelurahan Gunung Ibul Barat
Kelurahan Pasar I
Kelurahan Anak Petai

Sejumlah titik masih tergenang air setinggi 10 hingga 50 cm hingga laporan ini disampaikan.
Penyebab Banjir
BPBD Kota Prabumulih menjelaskan, beberapa faktor pemicu banjir meliputi:
Intensitas hujan sangat tinggi yang berlangsung berjam-jam
Angin kencang yang menyebabkan pohon tumbang
Sungai Kelekar dan anak sungai meluap
Air menggenangi permukiman warga dan menutup akses jalan utama di beberapa lokasi
Upaya Evakuasi dan Penanganan
Begitu menerima laporan, BPBD melalui Bidang Kedaruratan, Damkar, dan Penyelamatan langsung terjun ke lapangan. Petugas melakukan:
Evakuasi warga terdampak banjir
Penyelamatan warga yang terjebak di rumah
Penyingkiran pohon-pohon tumbang
Patroli serta pengecekan titik banjir
Pemantauan kondisi debit sungai setiap jam
“Kami masih melakukan penyisiran hingga malam ini. Fokus utama mengevakuasi warga rentan seperti anak-anak, lansia, dan perempuan,” ungkap petugas Pusdalops.
Personel yang Terlibat
Proses penanganan banjir melibatkan berbagai unsur:
1. BPBD Kota Prabumulih
2. TNI
3. Polri
4. Pemerintah kelurahan
5. Masyarakat dan relawan
BPBD Imbau Warga Tetap Waspada
BPBD meminta warga tetap meningkatkan kewaspadaan, mengingat potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi dalam beberapa hari ke depan. (rin)







