13 KWT Mitra Binaan PEP Prabumulih Field Wujudkan Kemandirian Pangan, Dukung Program Asta Cita Prabowo

PRABUMULIH, FAJARSUMSEL.COM — Komitmen Pertamina EP (PEP) Prabumulih Field dalam mendukung kemandirian pangan terus ditunjukkan melalui pembinaan terhadap 13 Kelompok Wanita Tani (KWT) di wilayah Prabumulih. Melalui program Community Involvement and Development (CID), PEP Prabumulih memberikan pelatihan pengolahan sampah dan pertanian organik sebagai bagian dari kontribusi nyata terhadap program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Kegiatan pelatihan ini dipusatkan di KWT Kemuning, Kelurahan Patih Galung, Kecamatan Prabumulih Barat, Senin, 28 Juli 2025. Kegiatan dibuka secara resmi Asisten III Pemkot Prabumulih Drs Amilton, serta dihadiri Ketua TP PKK Hj Linda Arlan, Staf Ahli TP PKK Nuning Mulya Franky, SM PEP Prabumulih Field M Luthfi Ferdiansyah, Camat Prabumulih Barat Edi Suanto, Lurah Patih Galung Deni, Kepala Dinas Pertanian Alfian SP, serta Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Junaida SE MM.

Sebagai narasumber, pelatihan menghadirkan dua akademisi dari Politeknik Negeri Sriwijaya, DR Marta dan DR Anera, membekali peserta dengan teknik pertanian berkelanjutan dan pengelolaan sampah berbasis rumah tangga.

Selain pelatihan, PEP Prabumulih juga menyalurkan bantuan berupa bibit sayuran, polibag, alat pertanian, dan lampu jalan tenaga surya kepada beberapa KWT, di antaranya KWT Kemuning, Matoa, Bungaran, Pung Lestari, dan Berkah Jaya.

“KWT punya peran penting dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan. Ini selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo menekankan kedaulatan pangan nasional,” ujar M Luthfi Ferdiansyah, SM PEP Prabumulih Field.

Ia menambahkan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar menciptakan lebih banyak KWT baru sebagai mitra binaan yang produktif dan mandiri.

“Kami saat ini memproduksi 11 ribu BOPD dan 120 MMSCFD. Dukungan masyarakat sangat penting agar PEP Prabumulih terus bertahan dan berkontribusi optimal untuk daerah,” tambahnya.

Asisten III Pemkot Prabumulih, Drs Amilton, mengapresiasi sinergi PEP dengan pemerintah dan masyarakat. Ia menyebut bahwa dari 13 KWT binaan ada, ke depan jumlahnya diharapkan terus bertambah.

“Kalau bisa, satu desa atau kelurahan punya satu KWT binaan. Ini upaya konkret untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dari sektor pertanian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya memanfaatkan ilmu yang diperoleh dari pelatihan ini, agar dapat dikembangkan di lingkungan masing-masing dan menjadi percontohan di wilayah lain. (ril)

error: Content is protected !!